Tujuan
a.
Pada
saat kaki menyentuh tanah electron didalam tubuh manusia aktif
c. Lihat gambar Ketika tangan
menyentuh listrik maka electron didalam tubuh akan bergerak sehingga kita dapat
tersentrum
d. Jika
kaki kita diangkat/tidak menyentuh tanah maka tubuh kita tidak bisa tersetrum
listrik. Itulah sebabnya burung yang bertengger di aliran listrik tidak bisa
tersetrum, tapi aliran listrik tersebut menyentuh tanah maka burung dapat tersetrum.
Gambar di atas mengingatkan kita akan suatu pemandangan yang seringkali
kita lihat: Burung-burung bertengger di kawat listrik. Orang-orang pun terbetik
untuk bertanya: Mengapa burung tidak kesetrum di kawat listrik tersebut?
Rahasia apa di balik fenomena ini?
Sebagian dari Anda mungkin menduga bahwa burung tidak kesetrum karena kawat
listrik itu terbungkus oleh plastik seperti halnya kabel-kabel di dalam rumah
kita. Dugaan ini keliru. Kawat-kawat tersebut tetap dibiarkan telanjang (tak
terbungkus plastik) untuk menghindari kebakaran plastik itu sendiri, sebab,
kawat-kawat tersebut mengandung energi listrik yang sangat besar dan berpotensi
untuk terkonversi menjadi energi panas.
Jadi, jika kawat-kawat listrik itu tak terbungkus oleh isolator, mengapa
burung tidak kesetrum? Untuk menjawabnya, perlu saya jelaskan terlebih dahulu
konsep kelistrikan yang berkaitan dengan fenomena ini.
Listrik adalah peristiwa mengalirnya elektron. Jika listrik mengalir
melalui suatu penghantar, maka adakalanya penghantar tersebut mengandung percabangan.
Perhatikan gambar berikut ini.
Gambar di atas menunjukkan bahwa pada sebuah kabel hitam, mengalir arus
listrik dengan besar tertentu yang ditandai oleh panah merah. Arus listrik itu
menemui percabangan kabel, yaitu cabang atas dan cabang bawah. Arus kemudian
terbagi pada cabang-cabang ini. Panah hijau menunjukkan besar arus listrik yang
mengalir ke cabang atas, sedangkan panah biru menunjukkan besar arus listrik
yang mengalir ke cabang bawah. (Jika besar arus hijau dan biru dijumlahkan,
maka besarnya sama dengan arus merah. Hal ini dikenal dengan Hukum I Kirchoff).
Banyaknya arus listrik yang mengalir pada masing-masing cabang ditentukan
oleh besarnya hambatan yang terdapat pada cabang yang bersangkutan. Misalnya,
jika hambatan listrik pada cabang atas lebih besar daripada hambatan listrik
pada cabang bawah, maka arus listrik akan lebih banyak mengalir melalui cabang
bawah. Arus listrik lebih “senang” untuk mengalir melalui jalur yang
hambatannya kecil. Sama seperti sopir mobil. Sang sopir tentu lebih senang
berkendara di jalan tol karena hambatannya lebih kecil daripada jalan biasa.
Sekarang mari kita terapkan konsep ini pada kasus burung yang hinggap di
kawat listrik. Ilustrasinya tersaji pada gambar berikut.
Jika Anda cermati gambar burung di atas dengan seksama, Anda akan melihat
adanya kemiripan dengan gambar percabangan kabel sebelumnya. Ketika seekor
burung hinggap di kawat listrik, maka sebenarnya ia menciptakan percabangan
baru pada kawat tersebut. Seperti terlihat pada gambar burung di atas, arus
listrik merah akhirnya terpecah menjadi hijau dan biru (sebagian arus terus
mengalir melalui kabel dan sebagian arus lainnya mengalir melalui tubuh
burung).
Lho? Berarti burung itu kesetrum dong??
Ya. Burung itu memang kesetrum, namun ia tetap hidup (tidak gosong oleh
listrik). Hal ini terjadi karena terdapat perbedaan hambatan listrik yang
sangat jauh antara kawat listrik dan tubuh burung. Kawat listrik terbuat dari
logam penghantar listrik yang baik, sehingga memiliki hambatan listrik yang
sangat kecil, hampir nol, sedangkan burung, karena terdiri dari
darah-daging-tulang, memiliki hambatan listrik yang sangat besar. Hambatan
listrik burung yang tinggi ini menjadikan hanya sedikit sekali arus listrik
yang mengalir melalui tubuh burung. Mayoritas arus listrik lebih memilih untuk
mengalir melalui kabel yang hambatan listriknya jauh lebih rendah.
Jadi, sebenarnya burung tetap kesetrum, namun dalam skala yang sangat kecil
sehingga tidak berbahaya baginya. Justru hal ini bermanfaat bagi si burung.
Pada cuaca dingin, mereka senang untuk hinggap di kawat listrik karena mereka
mendapatkan arus listrik yang terkonversi menjadi panas dalam tubuh mereka.
Energi panas ini memberi mereka kehangatan di cuaca dingin.
Kemalangan akan menimpa si burung apabila kawat yang dihinggapinya putus
dan jatuh ke tanah. Ketika tubuh burung ikut menyentuh tanah, sementara kakinya
masih menempel pada kawat listrik, maka ia akan kesetrum dengan parah hingga
gosong. Hal ini terjadi karena terjadi rangkaian lengkap antara sumber arus
listrik dengan bumi, di mana tubuh burung menjadi jalur penghubungnya. Pada
kasus seperti ini, meskipun memiliki hambatan listrik yang besar, tubuh burung
akan tetap dialiri arus listrik secara deras karena ia menjadi penghubung ke
bumi. Arus listrik sendiri memang cenderung ingin menuju bumi, karena bumi
dapat menampung arus listrik sebesar apapun.
Akan tetapi, apabila tubuh burung tidak ikut menyentuh tanah, maka burung
tetap tidak akan mati. Pada kasus seperti ini, prinsip yang berlaku adalah sama
seperti prinsip ketika kawat itu tidak putus: Tubuh burung hanya merupakan
percabangan tambahan yang memiliki hambatan listrik yang sangat besar. Arus
listrik pun langsung mengalir ke bumi dan hanya sebagian kecil saja yang
mengalir melalui tubuh burung.





klo burung betengger di jalan namanya berdiri bukan bertengger bro...
BalasHapusnice posting...
hahaha terimakash atas sranya tp bdiri dan betenggerkan beda
BalasHapusditunggu postingan selanjutnyatentang listrik
BalasHapusmatri anda sangat bagus sekali,,dan sangat membantu saya
BalasHapusterimakasih blobnya ini sangat bermanfaat skali
BalasHapuspostingnya bagus sekali dapat membantu dalam pembelajaran
BalasHapus